Menjadi DXer

cq dx

Sering kali seorang rekan amatir radio tidak mau melakukan kegiatan DX dengan alasan bahwa tidak menguasai bahasa Inggris, karena mungkin perkiraannya bahwa untuk DX-ing diperlukan suatu kecakapan berbahasa Inggris yang sangat sempurna. Padahal untuk melakukan DX-QSO secara sederhanya hanyalah menyebutkan Nama Stasiun yang didengar (CallSign), Report Signal dan Salam Sejahtera (73). Namun lebih dari pada itu dapat saja dilanjuti dengan QSO yang lebih lama lagi, hal ini tergantung dari lawan QSO kita apakah beliau menginginkan report lainnya yang lazim, seperti misalnya weather report (laporan cuaca), perangkat radio serta antenna yang dipergunakan dan lain sebagainya.

APA ITU DX
DX adalah singkatan dari Distance 'X', maksudnya kita menjalin komunikasi jarak jauh dengan stasiun radio lainnya di seluruh dunia melalui media radio komunikasi. 

Ada 3 jenis komunikasi jarak jauh, yang harus diketahui oleh seorang amatir radio, yaitu :

  1. Ragchewing adalah komunikasi dua arah antar 2 stasiun amatir radio yang membicarakan topik/obyek tertentu dan tanpa dibatasi oleh ruang lingkup waktu. Orang yang melakukannya disebut dengan Ragchewer.
  2. Hunting adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang amatir radio untuk mencari stasiun DX lainnya dengan melakukan Scaning, Listening & Talking. Orang yang melakukannya disebut dengan Hunter.
  3. Contesting adalah komunikasi dua arah yang dilakukan oleh 2 stasiun amatir radio atau lebih dalam mengikuti suatu kejuaraan/ perlombaan. Yang mana aturan main dari perlombaan tersebut telah disepakati dan dipahami sebelumnya oleh para peserta dan panitia kontes. Kontes merupakan ajang untuk menguji kemampuan (skill) operator dan stasiun radio yang dimilikinya. Orang yang melakukannya disebut dengan Contester.

PERALATAN YANG HARUS DISEDIAKAN UNTUK BER DX-ING
Sebelum memulai dengan DX-ing, tentu harus disediakan sarana/peralatan yang menunjang dalam kegiatan DX. Perangkat yang di gunakan sekarang ini banyak di jual di pasaran, mulai dari harga perangkat yang sangat mahal sampai harga perangkat yang relatif terjangkau. Memang dalam hal ini tergantung dari kondisi keuangan masing-masing. Namun apabila seorang amatir radio mempunyai kemauan dan hobby dalam hal kegiatan DX, tetapi belum mempunyai sarana perangkat radio komunikasi termasuk antenna dan lain sebagainya, maka dia disarankan untuk menggunakan stasiun klub di ORARI Lokalnya masing-masing. Tentunya dalam menggunakan peralatan di Stasiun Klub ORARI Lokalnya itu telah memperoleh izin / diketahui / didampingi oleh pengurus lokal yang bersangkutan. Disinilah gunanya dibentuk suatu club station ORARI Lokal yang mana dapat digunakan sebagai sarana latih diri bagi para anggota. Untuk mendirikan stasiun radio amatir, minimal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

  • Izin Amatir Radio & Kartu Tanda Anggota yang masih berlaku
  • IPPRA ( Izin Penguasaan Perangkat Radio Amatir ) yang masih berlaku
  • Antenna ( Omni / Directional ), SWR meter, Antenna Tuner, Headphone, Jam UTC, Microphone, Keyer, Papan nama Call Sign
  • Logbook, Band Plan List, World Map/Prefix list, DXCC List, Call Book Internasional, Kartu QSL, DX Bulletin, QSL Manager List, Award directory
  • Tambahan : Extra Speaker, Antenna Switching, Watts meter, Rotator Antenna, Linear Amplifier, Internet, Komputer, DX-Cluster (bila perlu).

OPERATING PROCEDURES
Setelah memenuhi persyaratan peralatan yang harus disediakan seperti yang telah disebutkan tadi, maka hal lain yang juga penting untuk diketahui adalah operating procedure/prosedur operasi DXing.

Karena dalam melakukan komunikasi tentu ada peraturan/aturan main tentang bagaimana tata-cara berkomunikasi yang baik dan benar sesuai dengan sopan santun berkomunikasi. Perlu diingat bahwa apabila seorang amatir radio hendak melakukan komunikasi DX, haruslah disadari bahwa yang mendengarkan suaranya adalah dari seluruh penjuru dunia yang mempunyai hobby yang sama yaitu DX-ing. Oleh karena itu, seorang amatir radio DILARANG dalam berkomunikasi DX :

  • Saling berkomunikasi dengan stasiun radio yang tidak mempunyai izin/call sign.
  • Memancar kembali suara musik/radio pemerintah, TV.
  • Memancarkan berita palsu, politik, bisnis/niaga, sexualitas, sara, menghina orang lain, menghasut.
  • Memancarkan dan menerima berita bagi pihak ke tiga kecuali yang bersifat penyelamatan jiwa seseorang.
  • Menggunakan call sign orang lain.
  • Mengganggu amatir radio lain.
  • Adanya suara atau backsound TV, musik, radio pada saat mengudara.

Seorang amatir radio juga diharuskan hafal Phonetic Internasional atau NATO Phonetic. Stasiun DX tidak mengenal phonetic lokal yang tidak lazim didengar oleh mereka. Misal : dalam pengejaan My name is Budi, dieja Bandung Umar Demak Irian SEHARUSNYA Bravo Uniform Delta India atau Boston United Denmark Italy dsbnya.



BAND PLAN

Pada pembagian band frekuensi yang diatur oleh ITU (nternational Telecominication Union) terdapat pembagian Band Plan yang khusus untuk komunikasi DX, yang dikenal dengan istilah DX Windows, yaitu frekuensi yang dialokasikan hanya untuk melakukan komunikasi DX. Pada band plan tersebut ternyata ada perbedaan alokasi antar Region. Misalnya untuk Amerika Utara & Amerika Selatan (IARU Region II), Alokasi band untuk 7Mhz adalah berbeda dengan IARU Region I & IARU Region III.

Berikut adalah Tabel tentang pembagian alokasi band frekuensi pada tiap-tiap IARU Region (Region I, II & III).

ALOKASI BANDPLAN AMATIR RADIO - CW

NO
BAND
REGION I
REGION II
REGION III
1
160 M
1,810 – 2,000 KHz
1,810 – 2,000 KHz
800-2,000 Khz
2
80 M
3,500 – 3,740 KHz
3,500 – 4,000 KHz
3,500-3,900 Khz
3
40 M
7,000 – 7,100 KHz
7,000 – 7,300 KHz
7,000-7100 Khz
4
30 M
10,100 – 10,150 KHz
10,100 – 10,150 KHz
10,100-10,150 Khz
5
20 M
14,000 – 14,350 KHz
14,000 – 14,350 KHz
14,000-14,350 Khz
6
17 M
18,068 – 18,168 KHz
18,068 – 18,168 KHz
18,068-18,168 Khz
7
15 M
21,000 – 21,450 KHz
21,000 – 21,450 KHz
21,000-21,450 Khz
8
12 M
24,890 – 24,990 KHz
24,890 – 24,990 KHz
24,890-24,990 Khz
9
10 M
28,000 – 29,700 KHz
28,000 – 29,700 KHz
28,000-29,700 Khz
10
6 M
50,000 – 54,000 Khz
50,000 – 54,000 KHz
50,000-54,000 Khz

ALOKASI BAND PLAN AMATIR RADIO (SSB)

NO
BAND
REGION I
REGION II
REGION III
1
160 M
1,840 – 2,000 KHz
1,840 – 2,000 KHz
1,840 – 2,000 KHz
2
80 M
3,600 – 3,800 KHz
3,525 – 4,000 KHz
3,535 – 3,900 KHz
3
40 M
7,045 – 7,100 KHz
7,050 – 7,300 KHz
7,030 – 7,100 KHz
4
30 M
N/A
N/A
N/A
5
20 M
14,101 – 14,350 KHz
14,100,5 – 14,350 KHz
14,100,5 – 14,350 KHz
6
17 M
18,111 – 18,168 KHz
18,110,5 – 18,168 KHz
18,110 –18,168 KHz
7
15 M
21,151 – 21,450 KHz
21,150,5 – 21,450 KHz
21,150,5 – 21,450 KHz
8
12 M
24,931 – 24,990 KHz
24,930,5 – 24,990 KHz
24,931 – 24,990 KHz
9
10 M
28,225 – 29,700 KHz
28,225 – 29,300 KHz
28,300 – 29,300 KHz
10
6 M
50,100 – 54,000 KHz
50,100 – 54,000 KHz
50,100 – 54,000 KHz

FREKUENSI DX WINDOWS

Nr
BAND
CW
SSB
DATA ( RTTY )
1
160
1,800 – 1,840 KHz
1,800 – 2,000 KHz
N / A
2
80
3,500 – 3,580 KHz
3,775 – 3,800 KHz
3,590 – 3,630 KHz
3
40
7,000 – 7,030 KHz
7,040 – 7,100 KHz
*7,025 – 7,035 KHz
4
30
10,100 – 10,150 KHz
N / A
10,140 – 10,150 KHz
5
20
14,000 – 14,060 KHz
14,112 – 14,320 KHz
14,065 – 14,100 KHz
6
17
18,068 – 18,109 KHz
18,110 – 18,168 KHz
18,100 – 18,110 KHz
7
15
21,000 – 21,060 KHz
21,120 – 21,355 KHz
21,070 – 21,120 KHz
8
12
24,929 – 24,929 KHz
24,930,5 – 24,990 KHz
24,920 – 24,930 KHz
9
10
28,000 – 28,060 KHz
28,225 – 28,600 KHz
28,070 – 28,150 KHz
10
6
50,000 – 52,000 Khz
50,100 – 51,000 KHz
50,100 – 51,000 KHz

Keterangan :

  • Region I : Seluruh Afrika, Timur Tengah, & Mongolia.
  • Region II : Amerika Utara & Amerika Selatan (termasuk Hawaii, Johnston Is, Midway )
  • Region III : Asia & Oceania ( wilayah Pasifik ) , termasuk Indonesia

Tanda * adalah Jika kita ingin memanggil/Call CQ Amerika Utara atau Amerika Selatan maka, kita harus menggunakan SPLIT frekuensi ke atas (7,100 – 7,300 KHz ) dari frekuensi kerja kita, karena untuk region II ( Amerika Utara & Selatan ) hanya iizinkan pada frekuensi tersebut.

Berikut ini disampaikan salah satu contoh split pada band 7 MHz :

YC1ZAN CQ Statesides CQ Statesides CQ Statesides This is Yankee Charlie One Zulu Alpha November,.....YC1ZAN,.......YC1ZAN Calling Statesides on 40 and Listening 7,160 Listening 7,160 ,.... Please Statesides,.....Over. (TX 7,055 KHz, RX : 7,160 KHz)   
W4NQ               Whiskey Four November Quibec,....W4NQ..... Over (TX : 7,160 KHz, RX : 7,055 KHz )
YC1ZAN Whiskey Four November Quibec Good morning you're report is 5 & 7, Five and seven, my name is Dulah,.... Dulah, I spell to you like Delta Uniform Lima Alpha Hotel and my QTH here is Depok,....Depok. So mic back to you W4NQ This is YC1ZAN,.....Over.....dstnya.


DASAR OPERASI DX
Selanjutnya, setelah seorang amatir radio yang akan melakukan DX, mengetahui semua prosedur dan mempunyai stasiun amatir radionya setingkat dengan izinyang diperoleh dari pemerintah setempat, maka ada beberapa teknik dasar operasi DX yang harus pula diketahui oleh seorang DXer sebelum melakukan komunikasi DXnya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Listening (Mendengar)
Mendengar pembicaraan stasiun DX mengenai apa yang didengar pada saat itu disuatu frekuensi yang kita dengar. Jika ada stasiun DX sedang berkomunikasi dengan stasiun lainnya, maka jangan sekali-kali kita BREAK atau memotong jalannya komunikasi mereka, hanya karena meminta report dari mereka, bersabarlah menunggu sampai stasiun DX tsb menyelesaikan komunikasinya. Jika mereka telah selesai berkomunikasi, maka kita dapat memanggil salah satu stasiun yang kita kehendaki.

2. Calling (Memanggil)
CQ adalah kode yang digunakan oleh operator untuk membuat panggilan. Mengirimkan panggilan CQ pada frekuensi radio tertentu adalah undangan untuk setiap operator yang mendengarkan untuk merespon.  CQ awalnya diadopsi oleh Perusahaan Marconi pada tahun 1904 untuk digunakan dalam telegrafi, dan diadopsi secara internasional pada tahun 1912 di London International Radiotelegraph Convention.

Setelah mendengar dan mengetahui Call Sign stasiun DX, kita dapat memanggil stasiun DX yang kita kehendaki, namun perhatikanlah apakah frekuensi itu kosong (tidak sedang dipergunakan lagi). Stasiun DX yang kita ingini dapat saja berupa stasiun DX Biasa atau stasiun langka. Stasiun DX biasa maksudnya adalah Stasiun DX yang sering terdengar pada frekuensi DX, biasanya tidak sulit untuk dihububungi, sedangkan stasiun langka adalah stasiun yang memang sulit dihubungi karena jarang mengudara atau tidak pernah mengudara. Hal ini dimungkinkan oleh karena izin dari pemerintah setempat sangat sulit, amatir radionya tidak ada, atau mungkin tidak ada kesempatan untuk berDXing. Oleh karena itu, jika kita ingin ber DX-ing kita dituntut untuk Bersabar dan Disiplin. Bersabar dalam arti menunggu untuk dipanggil oleh stasiun DX / stasiun langka jika kita memanggil stasiun DX yang kita kehendaki dan disiplin jika kita tidak dipanggil oleh stasiun DX / stasiun langka, maka stand by-lah beberapa saat sampai stasiun DX tersebut memanggil kita kembali. Jika kita melanggar biasanya stasiun DX tidak akan menerima kita, karena mereka tahu bahwa kita tidak sabar menunggu untuk beberapa saat. Ada beberapa panggilan / calling DX yang perlu untuk diketahui bagi Amatir radio yaitu sebagai berikut :

2.a. CQ DX
Panggilan kepada seluruh stasiun DX dengan harapan bahwa stasiun DX dapat menjawab panggilan kita.

Contoh CQ DX :

SSB CQDX CQDX CQDX this is YC1ZAN YC1ZAN Over
CW CQDX CQDX CQDX DE YC1ZAN YC1ZAN PSEK

Jika tidak ada jawaban, panggilan dapat diulang beberapa kali dengan Interval yang teratur. Panggilan CQ cukup sependek mungkin agar tidak membosankan dan dengan harapan mereka mau menjawab panggilan CQ kita

2.b. CQ SKED
Panggilan terhadap stasiun tertentu dengan melakukan perjanjian sebelumnya bahwa anda akan berkomunikasi kembali untuk keesokannya atau beberapa hari kemudian pada frekuensi dan jam yang telah disepakati bersama. Jika terdengar kata SKED seperti dibawah ini, maka stasiun lainnya tidak boleh memanggil kita, tunggulah jika DX stasiun tersebut telah menyebutkan QRZ ??...DX.

Contoh CQ Sked :

SSB YC1ZAN YC1ZAN This is YC1ZAN On SKED Over
CW CQ SKED CQ SKED YC1ZAN DE YC1ZAN PSE

2.c. CQ Khusus
Panggilan terhadap stasiun yang kita inginkan yang mana stasiun lainnya tidak boleh menjawab selama kita CQ pada stasiun tertentu.

Contoh CQ Khusus :

SSB    CQ Statesides CQ Statesides This is YC1ZAN YC1ZAN Calling Statesides, Over...
CW CQ USA CQ USA DE YC1ZAN YC1ZAN PSE USAK

Apabila ada stasiun di Luar Statesides memanggil, maka kitaharus memberitahukan padanya bahwa kita sedang membutuhkan hanya stasiun Statesides saja, disinilah etika kita dalam berDX-ing (Misal : I am sorry Old man I need Statesides Only. Next time will work you. Now, QRZ Statesides,......This is..... dstnya

2.d. CQ Contest
Panggilan terhadap seluruh stasiun DX yangmengikuti kontes dan atau hanya sekedar berpartisipasi saja/tidak serius dalam kontes. Biasanya kontes QSO sangat singkat karena yang bersangkutan mengharapkan mendapat stasiun DX sebanyak-banyaknya untuk memenangkan kontes yang diikuti.

Contoh CQ Contest : (Misal pada CQ World Wide DX SSB Contest)

HC8N CQ CQ Contest This is Hotel Charlie Eight November...!!
YC1ZAN Yankee Charlie One Zulu Alpha November
HC8N YC1ZAN 59 10
YC1ZAN This is YC1ZAN you're 59 28
HC8N QSL !!,.....Thanks QRZ???!! HC8N,....dstnya.

Setelah kita melakukan panggilan CQ beberapa kali (Misal pada : CQDX, CQ Sked, CQ Khusus, CQ Contest ), ternyata masih belum di jawab oleh stasiun DX, hal tersebut sangat dimungkinkan oleh karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu :

Propagasi, Iklim, Local Time, Suara (Modulasi) yang hampir tidak terbaca, Sinyal yang dipancarkan terlalu lemah, Arah Antenna (bagi antenna pengarah/directional ), dan kondisi stasiun yang didirikan dsbnya.
Oleh sebab itu sebelum kita melakukan DX-ing pastikan terlebih dahulu bahwa :

  1. Propagasi terbuka pada band yang akan digunakan.
  2. Iklim/Cuaca pada saat itu.
  3. Waktu/Jam atau local time pada saat hendak melakukan panggilan CQDX.
  4. Kondisi perangkat yang akan digunakan dapat bekerja dengan baik
  5. Arah Antenna saat melakukan panggilan CQDX.

3. Reporting (Laporan Sinyal)
Setelah mendengar, memanggil dan ternyata kita dipersilakan untuk masuk pada frekuensi stasiun DX, maka kita seyogyanya mengucapkan bahasa yang lazim diperdengarkannya seperti selamat pagi, selamat siang dsbnya dan berilah report sinyal yang benar (minimal 3 by 3 adalah Valid QSO).

Selanjutnya perkenalkanlah diri dengan menyebutkan nama anda dan lokasi anda memancar (Nama Kota) dstnya. Perlu juga untuk diketahui bahwa Sah / Validnya suatu komunikasi DX adalah harus memenuhi kriteria seperti dibawah ini :

  1. Mengetahui secara pasti call sign DX yang kita dengar.
  2. Memanggil & diterima oleh stasiun DX.
  3. Memberi & menerima laporan sinyal (Signals Report).
  4. Mengisi Logbook untuk data QSO/pada komputer logging atau log sheets QSO yang telah disediakan.
  5. Mengakhiri QSO.


DX STRATEGY
Untuk mendapatkan kondisi yang terbaik dalam melaksanakan DX-ing perlu diperhatikan beberapa hal diantaranya:

a. Timming, Band Frekuensi & Propagasi
Adalah pemilihan waktu dan frekuensi yang terbaik untuk memanggil stasiun pada negara tertentu dengan memperhatikan propagasi. Oleh karena perbedaan waktu / Local Time tiap negara berbeda-beda maka perhatikanlah waktu negara yang dituju sebelum melakukan komunikasi DX. Contoh : Jika kita ingin memanggil negara Eropa pada jam 09:00 WIB maka, di Eropa berarti jam 03:00 – 04:00 WIB, hal ini mustahil akan di jawab oleh mereka. Disamping itu yang harus diperhatikan juga adalah propagasi dan band frekuensi mana yang terbuka pada saat itu jika kita ingin memanggil stasiun DX.

Misalnya : Jika kita memanggil stasiun DX dengan tujuan negara-negara Eropa pada frekuensi 3,795 KHz pada jam 16:00 WIB, maka hal ini tidak akan terdengar / tidak akan dijawab oleh negara-negara Eropa karena disamping perbedaan waktu lokal, juga propagasi yang tidak terbuka.

Berikut ini adalah Tabel prakiraan waktu untuk berkomunikasi DX yang disusun berdasarkan pengamatan/pengalaman para DXer di Indonesia

PRAKIRAAN WAKTU UNTUK KOMUNIKASI DX (Band dalam MHz)

UTC
ASIA
AFRICA
EUROPE
N.AMERICA
S.AMERICA
PACIFIC(OC)
0000-0300
7,14,21,28
OFF
OFF
7,21,28
7,21,28
14,21,28
0301-0600
21,28
OFF
OFF
OFF
OFF
21,28,
0601-0900
21,28
OFF
OFF
OFF
OFF
21,28
0901-1200
7,14,21,28
14,21,28
14,21,28
14,21
14
14,21,28
1201-1500
3.8,7,14,21,28
14,21,28
7,14,21,28
3.8,7,14,21,28
14
14,21,28
1501-1800
3.8,7,14,21,28
14,21,28
7,14,21
14,21
3.8,7,14
3.8,7,14
1801-2100
3.8, 7,14
3.8,7,14
3.5,7,14
14
7,14
3.8,7,14
2101-2400
3.8, 7,14,21,28
OFF
3.5,7,14
14,21,28
7,14
21,28

b. Pengarahan Antenna (Beam Heading)
Sebelum melakukan suatu komunikasi DX dianjurkan terlebih dahulu mengarahkan antenna (bagi yang mempunyai antenna pengarah/Directional) ke suatu negara atau benua yang kita tuju. Hal ini penting sekali karena kita pastinya akan dapat menerima sinyal yang lebih baik dari stasiun DX yang kita dengar. Adapun teknik pengarahan dikenal 2 cara yaitu :

  • Short Path / SP : Merupakan pengarahan antenna (Directional Antenna) pada jarak terdekat antar stasiun DX. Hal ini berhubungan juga dengan Propagasi pada saat itu.
  • Long Path / LP : Merupakan pengarahan antenna pada jarak terjauh antar stasiun DX. Hal ini dimungkinkan karena pada jarak short path (SP) stasiun DX yang kita tuju tidak terdengar atau mungkin terdengar namun belum sempurna.


MACAM-MACAM OPERASI DX
Ada beberapa macam operasi DX yang dikenal oleh amatir radio yaitu sebagai berikut :

a. SHORT QSO
Jika kita telah mendengar bahwa ternyata yang memanggil kita banyak sekali pada suatu frekuensi, maka kita dapat memperpendek QSO ( Short QSO ).  Short QSO biasanya dilakukan oleh seorang Contester, DX-peditioner dan atau stasiun langka (DX Rare Station). Memperpendek komunikasi/QSO, dengan harapan bahwa makin banyaknya stasiun DX yang telah kita terima, hal ini juga dimungkinkan untuk memenuhi dari pada kebutuhan stasiun DX itu sendiri. Ada beberapa Contoh dalam Short QSO yang kita ketahui, dipergunakan dalam komunikasi biasa, Contest & DX-pedition.

Contoh I Short QSO :

K1ZZ CQ DX CQDX CQ DX This is K1ZZ K1ZZ Over.
YC1ZAN Yankee Charlie One Zulu Alpha November (Boleh diulang)
K1ZZ YC1ZAN you're 5 & 9 Over
YC1ZAN Kilo One Zulu Zulu Thanks for the 5 & 9 you're also 5 & 9
K1ZZ QSL Thanks QRZ ? ......Dstnya

Contoh II DX-pedition QSO :

ZL7C QRZ ?? Zulu Lima Seven Charlie 5 to 10 up !!!
(
Berarti, Kita harus menjawab/memanggilnya pada frekuensi 5 atau 10 KHz di atas frekuensi kerjanya, dan biasanya Dx-pedition QSO hanya membutuhkan Call Sign yang ia dengar dan menyebutkan report sinyal saja ). 
YC1ZAN Yankee Charlie One Zulu Alpha November
ZL7C YC1ZAN you're 5 and 9
YC1ZAN This is YC1ZAN you're also 5 & 9 Over....
ZL7C QSL, Zulu Lima Seven Charlie. QRZ ? 5 to 10 up....Dst

Contoh III Contest QSO : (Misal pada WW WPX SSB Contest)

KC1XX CQ Contest CQ Contest This is Kilo Charlie One X-ray X-ray, KC1XX Contest.!!...
YC1ZAN Yankee Charlie One Zulu Alpha November
KC1XX YC1ZAN 59 216
YC1ZAN Yankee Charlie One Zulu Alpha November Thanks you're 59 ØØ1
KC1XX QSL !! QRZ KC1XX Contest !!......Dstnya

b. LONG QSO (RAGCHEWING)
Setelah kita mengenal Short QSO tentu ada istilah Long QSO, maksud dari Long QSO adalah komunikasi kita tidak dibatasi dengan waktu dan berapa lama berkomunikasi, sepanjang propagasi masih terbuka. Biasanya pembicaraannya mengenai masalah teknik radio, teknik antenna, propagasi, DX-pedisi, kontes, Stasiun langka, dsbnya. Long QSO ini, tidak digunakan dalam kegiatan kontes & DX-pedisi.

Contoh Long QSO :

YC1ZAN CQ DX CQ DX CQ DX This is YC1ZAN YC1ZAN Calling DX and listening for any possible call.....
W6BMG YC1ZAN This is W6BMG How Copy Over......
YC1ZAN W6BMG Good Morning, Thanks for your call your're report is 5 and 9. My name is Dulah and my QTH is Depok. So Back to you W6BMG This is YC1ZAN Over....
W6BMG Ok Dulah Good evening, Thank you for the 5 & 9 Report you're also 5 & 9 here in California and name is Bob. I spell to you like Bravo Ontario Bravo,....Mic back to you how copy Dulah, YC1ZAN This is W6BMG,...Over
YC1ZAN Roger Bob, fine bussiness you have a very strong signals, booming here in Depok. The WX here is fine and temperatures here is abt 30 Degrees. I would like to Know What kind of your working condition there and how much power are you're running now ? Here, my Rig is Icom IC756, 100 Watts into 7 Elements Yagi its above 20 meters High. W6BMG This is YC1ZAN Over.......!!
W6BMG Thanks Dulah, for your information. Your rig is doing very fine job. Running here is about 1 KW and Vertical Antenna up to 15 meters high. Weather here is windy and temperatures about 15 Celcius. I think the band is good open between us. By the way, I heard 9V1YS also working on this band with the strong signals as well. Have you get on that station ? Over....
YC1ZAN Ok Bob, Thank you for you info too, Your're rig is also doing fine business job. Well,...about 9V1YS, I haven't work yet on 10 meters, it's skip between Depok and Singapore. I worked before on 15,20 and 40 except 10 meters. Because the distance is not far from Depok, aboutt 900 km northwest from here. I Think the long path way would be able to work 9V-Land. But, I never try it........etc.
(RagChewing tersebut diatas adalah salah satu contoh saja dimana hubungan komunikasi DX berlangsung, tentunya pembicaraan ini bisa bervariasi pada hal-hal lainnya tergantung dari obyek/topik pembicaraan).

c. CONTEST
Adalah suatu perlombaan komunikasi jarak jauh dengan menghubungi sebanyak mungkin stasiun DX pada HF/VHF band, hal ini tergantung kontes yang diikuti. Umumnya kontes diadakan pada setiap hari libur/weekend (misal Sabtu & Minggu). Tujuannya adalah memenangkan suatu Kontes yang dimaksud.

Ada beberapa Contest yang populer dikenal oleh amatir radio dunia, yaitu sebagai berikut

  • CQ WW DX Contest ( Report sinyal + CQ Zone )
  • CQ WW WPX Contest ( Report sinyal + Serial Number )
  • All Asian DX Contest ( Report sinyal + Umur Operator )
  • ARRL DX Contest ( Report sinyal + Power Output )
  • IOTA DX Contest ( Report sinyal + Serial Number + IOTA Ref.)
  • Worked All Europe ( Report sinyal + Serial Number + QTC Traffic )
  • Oceania DX Contest ( Report sinyal + Serial Number )
  • JIDX Contest ( Report sinyal + CQ Zone )

Oleh karena disini hanya membicarakan mengenai pengenalan DX-ing saja, maka tidak mengungkap secara rinci teknik-teknik dan strategi dalam mengikuti Contest.

d. DX NET
Adalah Net Internasional dimana Net Control Station-nya yang mengatur kepada DX stasiun secara bergilir atau berantai untuk memanggil stasiun yang telah check in. Net Control Station akan memberitahukan kepada DX-ers bahwa di frekuensi kerja ada beberapa stasiun DX yang sedang Stand by. Net ini biasanya juga diikuti oleh beberapa stasiun langka yang juga check in pada DX Net, oleh karena itu jika kita mendapat giliran atau diberi kesempatan untuk berkomunikasi/QSO oleh Pengendali Net ( NCS ) setelah check in, maka usahakanlah agar :

  • Kita telah mendengar terlebih dahulu ada siapa saja di net tersebut
  • Berilah laporan sinyal yang benar ( minimal 3 by 3 ).
  • Persingkatlah QSO kita dengan stasiun yang kita tuju. Karena banyaknya DX stasiun yang juga ingin ber QSO dengan yang lainnya.
  • Kembalikan frekuensi yang telah anda gunakan kepada pengendali Net dan beri ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
  • Stand by dengan menunggu giliran/kesempatan berikutnya.
  • Jika ingin closing down station/QRT, beritahukanlah kepada Pengendali Net bahwa anda ingin Closing Station dan diharapkan akan kembali bergabung pada net keesokannya di frekuensi, band dan waktu yang sama.

Ada beberapa DX Net yang sekarang ini masih terdengar di HF bands, seperti misalnya :

  • Bill Benett DX Family Hours ( Freq. 14.245.00 KHz ; 14:00 UTC )
  • European DX Net ( Freq. 14.242.00 KHz & 7.045.00 Khz ; 15:00 UTC )
  • African DX Net ( Freq. 21.355.00 KHz ; 15:00 UTC )
  • South East Asia Net ( Freq. 14.320.00 KHz ; 12:00 UTC), dsbnya.

e. DX-PEDITION
Yang dimaksud dengan dx-pedition adalah suatu kegiatan amatir radio yang terencana dan pasti untuk mengudara pada band-band HF disuatu negara/pulau yang mana negara/pulau tersebut adalah langka dan banyak diburu atau dibutuhkan oleh amatir radio dunia. Tujuannya adalah mempermudah bagi amatir radio lainnya yang menginginkan komunikasi dan kartu QSL sebagai syarat untuk meng-klaim award-award yang diinginkan. Biasanya dx-pedition ini terselenggara selama beberapa hari antara 7 – 10 hari dan melibatkan beberapa negara yang berpatisipasi aktif di dalamnya ( Join Operation ). Dxpedition membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan umumnya mempunyai sponsorship.

Pengoperasian dengan DX – pedition ini menggunakan Split up atau simplex frekuensi (tergantung kondisi ). Tim yang akan berdx-pedisi harus mempunyai izin dari negara/pulau yang akan disinggahi, mempunyai persediaan logistik yang cukup dan peralatan amatir radio yang akan dibawa, mempunyai prediksi propagasi, band plan dan telah dipublikasikan bahwa dx-pedisi akan diselenggarakan, disamping itu harus sudah ada persetujuan dari DXCC desk director di Amerika Serikat, agar supaya kartu-kartu QSL yang diterima oleh para amatir radio nantinya menjadi Valid/sah sebagai syarat untuk meng-klaim award-award yang diingini.



TEKNIK-TEKNIK DASAR OPERASI DX
Dalam komunikasi DX ada beberapa contoh mengenai teknik memanggil stasiun lawan/DX yang perlu untuk diketahui oleh DXer, yaitu :

1. Working Simplex
Working Simplex disini diartikan bahwa dua amatir radio yang menjalin komunikasi pada frekuensi kerja yang sama, sebagai contoh: YC1ZAN sedang bekerja pada frekuensi 28.500.00 KHz berkomunikasi dengan stasiun DX (W7TSQ ). Dalam working simplex biasanya digunakan juga pada keadaan : komunikasi biasa, Ragchewing dan kontes. Namun kadang-kadang ada suatu DX-pedisi yang juga bekerja pada posisi simplex (tergantung kondisi).

Contoh Working Simplex

YC1ZAN CQ DX CQ DX This is YC1ZAN YC1ZAN YC1ZAN Calling DX Over
W7TSQ Whiskey Seven Tango Sierra Quibec, W7TSQ...!!
YC1ZAN W7TSQ This is YC1ZAN Good morning your 5 and 9 Over
W7TSQ QSL, you're also 5 and 9 Thanks 73
YC1ZAN Thanks, 73,.... QRZ ??

2. Working Duplex (Split up or Split Down)
Dalam Working Duplex, diartikan bahwa seorang amatir radio berkomunikasi dengan Stasiun DX pada frekuensi kerja yang berbeda sebagai contoh YC1ZAN sedang bekerja pada frekuensi 28.495.00 KHz. Oleh karena banyaknya stasiun DX yang memanggil YC1ZAN pada frekuensi tersebut, maka beliau mengambil langkah dengan cara beliau akan mendengarkan stasiun DX diatas atau dibawah frekuensi kerjanya. Hal ini akan mempermudah beliau dalam mendengarkan stasiun DX mana yang dapat didengar dengan sempurna.

Contoh Working Duplex (Split frekuensi) ;

YC1ZAN
(TX: 28.495.00 KHz)
QRZ ? YC1ZAN listening five to ten up!!  
(berarti , YC1ZAN akan mendengarkan Stasiun DX pada frekuensi antara 28.500.00 Khz sampai dengan 28.505.00 KHz)
DXers Whiskey Two..##??!!Japan Alpha, OK One...##??!!? Lima??!Bravo....Hotel....@@##X-ray....@!!!??? 
(oleh karena banyaknya stasiun DX yang memanggil YC1ZAN, walaupun sudah dilakukan working Duplex/Split, maka beliau mengambil langkah lain yaitu mempersilakan stasiun yang didengarnya mendekati sempurna, Minimal 2-3 karakter yang dia dengar).
YC1ZAN Whiskey Two,...??? W2 Go ahead....
W2CQ This is Whiskey Two Charlie Quibec......Whiskey Two Charlie Quibec .....Thanks you're 5 AND 9
YC1ZAN W2CQ you're also 5 and 9,....QSL ??
W2CQ QSL Thanks W2CQ...!!
YC1ZAN QRZ YC1ZAN....!!....5 to 10 Up ........Dstnya

3. Working By List
Working by list disini diartikan bahwa misal YC1ZAN akan melakukan List terlebih dahulu sebelum melakukan komunikasi DX. Hal ini dimungkinkan karena beliau belum terbiasa mendengar tumpukan atau Pile Up stasiun DX. Umumnya hal ini dilakukan dengan operasi simplex. (misal pada frekuensi : 28.500.00 KHz).   Adapun working by list dapat dibagi menjadi :

3.a. Working By Prefix Number List
Adalah salah satu teknik dalam berkomunikasi dengan cara mendengar dan menerima stasiun DX yang dimulai dengan Prefix Number saja.

Contoh Working By Prefix Number List :

DXers Delta Juliet? @@..??!!Mike..@!!X-ray?!!!#Hotel Alpha One..!@!!...?! (Banyaknya stasiun DX yang memanggil YC1ZAN)
YC1ZAN Please Stand by,..... ...Stand by,.... Now Prefix Number One QRZ number one ??!!??...Number One Please !!??   (Berarti bahwa, call sign yang mempunyai Prefix Number One saja yang akan diterima oleh YC1ZAN, Misal : WB1, K1, JA1, DL1, OK1, UA1 dsbnya. Selain dari Prefix Number One, mereka harus menunggu kesempatan berikutnya).

3.b. Working By Ending Two Letters Suffix List
Adalah salah satu teknik dalam berkomunikasi dengan cara mendengar dan menerima stasiun DX melalui 2 ( dua ) suffix terakhir pada call sign yang didengar.

Contoh Working By Ending Two Letters Suffix List :

YC1ZAN   
QRZ ? DX This is YC1ZAN, I'll call the ending by last two letters Suffix Only !!...
DXers Kilo..@@#!! Bravo Juliet###!!??!...Papa @@## !!!
YC1ZAN Bravo Juliet!!??....Bravo Juliet!!???!! Go ahead..
W2BJ Whiskey Two Bravo Juliet...W2BJ...!!
YC1ZAN W2BJ you're 5 and 9 Over....!
W2BJ       Yankee Charlie One Zulu Alpha November,...Thanks you're 5 & 9
YC1ZAN  
QSL !!.....QRZ? This is YC1ZAN....!! Dstnya

3.c. Working By Continent List
Adalah juga salah satu teknik dalam berkomunikasi dengan cara mendengar dan menerima stasiun DX diperuntukkan khusus pada benua yang dikehendaki.

Contoh Working By Continent List :

YC1ZAN QRZ ? Europe QRZ ? Europe This Is Yankee Charlie One Zulu Alpha November, YC1ZAN Only Europe,....Please ??   (Berarti bahwa, Call Sign yang berada di wilayah Eropa saja yang akan didengar dan diterima oleh YC1ZAN, selain dari stasiun Eropa, mereka harus sabar menunggu kesempatan berikutnya jika dipersilakan ).

Akhir kata, setelah membaca tulisan ini diharapkan akan bermunculan New DXers yang akan meramaikan komunikasi DX pada band-band amatir radio khususnya di band High Frequency (HF).

Source:

  • http://orari8.wordpress.com/orari/yang-perlu-diketahui-untuk-dx-ing/  
  • http://en.wikipedia.org/wiki/CQ_(call)
  • http://www.iaru.org/bandplans.html
  • Keputusan Menteri No. KM.49 TAHUN 2002
 

Pengunjung Online

Ada 30 guests online

Login Anggota