• Amatir Radio Berjiwa Perwira
    Amatir Radio Berjiwa Perwira
  • Amatir Radio Adalah Setia
    Amatir Radio Adalah Setia
  • Amatir Radio Adalah Progresip
    Amatir Radio Adalah Progresip
  • Amatir Radio Adalah Ramah Tamah
    Amatir Radio Adalah Ramah Tamah
  • Amatir Radio Berjiwa Seimbang
    Amatir Radio Berjiwa Seimbang
  • Amatir Radio Adalah Patriot
    Amatir Radio Adalah Patriot
HUT ORARI Lokal Depok ke-34
Monday, 04 April 2016
Dalam rangka memperingati hari jadi ORARI Lokal Depok yang ke 34, ORARI Lokal Depok mengadakan "DEPOK QTH LOCATOR 40M BAND SPRINT CONTEST 2016" yang Insya Allah diselenggarakan pada tanggal 16 - 17... Read more...
OBRAS - Juklak IAR dan KTA 2015 Lokal Depok
Sunday, 01 March 2015
Bapak dan Ibu OBRAS kali ini akan membahas mengenai petunjuk pelaksanaan permohonan Izin Amatir Radio (IAR) dan Kartu Tanda Anggota (KTA) ORARI Daerah Jawa Barat umumnya dan Lokal Depok khususnya,... Read more...
Sejarah Amatir Radio di Indonesia

sejarah amatir1

Pada tahun 1925, Prof.Dr.Ir. Komans-Netherland dan Dr.Ir. De Groot-Batavia, berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relay di Malabar. Kejadian ini kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM.

Pada tahun 1930 yaitu pada masa pemerintahan Hindia Belanda (Nederland Indies) amatir radio di Indonesia telah membentuk organisasi yang menamakan dirinya NIVERA (Nederland Indische Vereniging Radio Amateur) yang merupakan organisasi amatir radio pertama di Indonesia dengan beranggotakan karyawan dan tehnisi PTT.  Berdirinya organisasi ini disahkan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Pada periode antara tahun-tahun 1933 s.d 1943, PK2MN seorang anggota bumiputera NIVERA mendirikan Solosche Radio Vereniging yang disusul oleh anggota bumiputera NIVERA lainnya dengan mendirikan organisasi sejenis seperti MARVO, CIRVO, VORO, VORL dan lainnya. DI tahun 1937 lahirlah Persatoean Perikatan Radio Ketimoeran (PPRK).

Tercatat pula beberapa nama perintis kegiatan amatir radio di Indonesia di antaranya:

  • Rubin Kain, dengan callsign terakhir YB1KW, mendapat lisensi pertama kali tahun 1932, dan meninggal (silent key) di tahun 1981,
  • B. Zulkarnaen, dengan callsign terakhir YBØAU, mendapat lisensi pertama kali tahun 1933, dan meninggal di tahun 1984.

Pada masa penjajahan Jepang, tidak banyak catatan kegiatan amatir radio yang dapat dihimpun. Kegiatan ini dilarang oleh pemerintah jajahan Jepang namun banyak di antaranya yang melakukan kegiatannya di bawah tanah dalam upaya mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Di tahun 1945 tercatat seorang amatir radio, Gunawan-YBØBD, yang memancarkan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan perangkat pemancar radio revolusioner yang sederhana dan merupakan buatan sendiri. Layanan ini sangat dihargai Pemerintah Indonesia sedangkan radio milik YBØBD tersebut merupakan peralatan yang tidak ternilai harganya bagi sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan sekarang disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Read more...
 

DX info

Solar Terrestrial

Pengunjung Online

Ada 2 guests online

Login Anggota